ShoutMix chat widget
Bhokalor
Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mistery. Tampilkan semua postingan

10 Mei 2011

Tempat Menyeramkan di Kota Bandung Tempat Menyeramkan di Kota Bandung

Bandung memiliki beberapa tempat yang terkenal angker. Cerita di balik tempat angkernya pun ada beragam versinya, berikut beberapa tempat angker di kota Bandung:
1). Hantu Boneka di Jalan Babakan Siliwangi
Konon katanya, di jalan tersebut pernah ada anak kecil yang tertabrak di depan pohon hingga meninggal. Agar tidak mengganggu, pohon tersebut diberi boneka yang digantung di atas pohon tersebut.
Menurut cerita dari mulut ke mulut, suatu malam hantu itu pernah melayang-layang di tengah keramaian jalan. Hantu itu berbentuk boneka panda kecil. Boneka itu adalah milik gadis kecil bernama Uci usia 2 tahun yang meninggal akibat tabrak lari pada tahun 1981.
Cerita lain mengatakan arwah perempuan tersebut terlihat di pohon sekitar Jalan Siliwangi, bergelantungan sambil membawa bonekanya dan mukanya hancur.
2). Hantu Garasi di Antara Jalan Dago-Dayang Sumbi
Menurut informasi yang dihimpun detikbandung di rumah itu kabarnya ada mobil antik peninggalan Bung Karno. Garasi rumah itu tidak pernah ditutup, karena tiap malam terdengar suara seperti orang mengetuk pintu dari dalam garasi.
Kabarnya, di situ kadang terlihat ada penampakan anak-anak, yang suka marah saat pintu garasi di tutup.
3). Pohon Karet Angker di SMA 2 Bandung
Sekolah yang ada di Jalan Cihampelas ini punya pohon karet yang terkenal angker. Menurut kabar yang tersiar, di pohon tersebut ada suatu kelompok yang menjadikan pohon tersebut sebagai tempat syuting.
Salah seorang dari kelompok tersebut naik ke atas pohon karet itu. Saat kembali turun ke bawah, tangan orang itu sudah penuh dengan tulisan huruf sunda kuno.
4). SMA 5 dan SMA 3 Bandung
Menurut cerita, sekolah favorit yang dulu bernama Hooge Burgere School itu ditunggui makhluk halus bernama Nancy. Wanita Belanda ini dikabarkan bunuh diri di sekolah itu dan kerap menampakkan diri. Orang yang berjalan di depan sekolah ini sebanyak tiga keliling, jika beruntung bisa melihat penampakan Nancy di jendela bagian atas. Kadang juga terdengar suara piano musik klasik di ruangan musik padahal tidak ada orangnya.
5). ITB
* Kolam mesin
Dulu sekitar tahun ’98 ada sebuah kecelakaan, sebuah mobil tercebur di dalamnya dan mengakibatkan dua orang penumpangnya meninggal di kolam itu.
* Sebagian besar lab-lab di mesin
* Studio gambar mesin
Disana sering ada suara meja gambar yang bergerak2 seolah- olah dipake buat ngegambar padahal setelah dicek ga ada siapa2,
* Aula Barat, katanya sih ada hantu tanpa muka.
* PAU
Yang ini udah jelas banget.. penampakan luarnya aja nyeremin. Konon katanya kalo kita lagi ‘beruntung’, bakal ngeliat ada orang jatoh dari lantai paling atas PAU dan kita bakal liat ancurnya badan tu orang.
* Lapangan sipil, yang di bawah pohon
6). Rumah Ambulance, Jalan Bahureksa No. 15
Di rumah inilah terparkir ambulance tua berbalut terpal coklat yang dijadikan ide film Hantu Ambulance . Sempat muncul kejadian aneh saat shooting film ini. Ketika terpal ambulance tua itu dibuka oleh paranormal Ki Kusumo, seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera pecah. Desas-desus lain yang muncul, bekas rumah kos ini merupakan tempat prostitusi. Hantu ambulance adalah alibi untuk mengelabui warga.
7). Gereja tua di Pasteur
Menurut kabar, gereja ini dikenal sebagai gereja setan. Gereja ini berlokasi di belakang hotel Grand Aquila Pasteur dan memiliki patung gurita raksasa di atapnya
8). Patung H.C. Verbraak di Taman Maluku
H.C. Verbraak merupakan pastor Belanda yang bertugas di Aceh pada 1870 dan beberapa daerah lain. Konon, tepat di bawah monumen itu dibuat merupakan pusara dirinya. Ia tewas di tempat menyusul kecelakaan pesawat. Berdasarkan cerita setempat, patung berwarna hitam legam setinggi 4 meter ini bisa bergerak sendiri!
9). Belakang kompleks SMA Aloysius Riau
Di suatu tempat, yaitu ruangan bawah tanah di sekolah ini merupakan bekas semacam kamp konsentrasi tentara Belanda. Digunakan tentara PETA (Perjuangan Tanah Air) untuk menyiksa tentara Belanda. Konon, ruangan ini memiliki akses tembus hingga ke Jalan Tamansari (2 kilometer dari sana).
10). Rumah tua di Jalan Dago
Lokasinya mudah ditemukan, di pinggir jalan Dago. Di rumah ini terdapat mobil tua dan TV yang terus menerus menyala serta pagar yang tidak bisa ditutup.
11). Sekitaran jalan tongkeng (stadion siliwangi)
Konon, disana ada seorang prajurit belanda tanpa kepala yang menunggangi kuda. Whoopers bisa coba datang jika mau memastikan keberadaannya datang aja sekitar jam 11 malam dan tiuplah peluit disana konon dia akan datang untuk mengambil kepalanya yang tergeletak dijalan.
12). Jalan cipaganti tepatnya dekat pom bensin
Konon, disana sering ada penampakan seorang jawara (jagoan) didaerah tersebut yang meninggal dengan kepala terputus. Maka apabila melewati jalan cipaganti harus berhati-hati dan jika whoopers merasa menabrak sesuatu lebih baik jangan berhenti konon itu adalah kepala sang jawara tersebut.
13). Jalan tamansari Bandung
Yang ane tau disana sering terjadi penampakan kuntilanak.
14). Sekitar balai kota Bandung
Konon apabila komandan melemparkan uang koin kedalam taman balkot konon Whoopers akan diikuti oleh sesosok tuyul.

29 Apr 2011

Mengungkap Misteri 'Jabal Magnet' Purwokerto









Mobil berjalan hingga radius 50 meter dengan kecepatan 10 kilometer per jam, meski mesin tidak menyala.
Berita Terkait :
Selasa, 19 April 2011 | 18:22 WIB
Purwokerto -  Fenomena alam jabal magnet, seperti di Arab Saudi, ternyata ada pula di Banyumas, Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Raya Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang. Hal itu dibuktikan dengan mobil sarat penumpang yang mampu berjalan hingga radius 50 meter dengan kecepatan 10 kilometer per jam, meski mesin tidak menyala.

Fenomena alam ini menumbuhkan rasa penasaran banyak orang. Ratusan warga dari sekitar Banyumas, berduyun-duyun datang ke lokasi untuk memastikan kebenaran dari jabal magnet itu. Salah satunya adalah Aris, warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Purwokerto, Jawa Tengah.

Dengan sepeda motornya dia mencoba membuktikan kebenaran fenomena ini. "Seperti ada yang menarik motor saya, padahal sudah saya rem," ujar Aris, Selasa (19/4).

Benarkah ada medan magnet di daerah itu?  Muhammad Aziz, Dosen Jurusan Geologi Fakultas Teknik dan Sains Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mengatakan tidak ada medan magnet di tempat itu. “Itu hanya ilusi optik,” katanya.

Aziz mengaku sudah melakukan penelitian sederhana dengan kompas. Dari kompas yang dibawanya, menunjukan tidak ada medan magnet di tempat itu.

Selain itu, ia juga sudah melakukan pengukuran dengan Global Positioning System (GPS). Dari pengukuran itu, ia mengatakan tanah yang dikira jabal magnet seperti yang ada di Kota Madinah itu, berada di ketinggian 717 meter di atas permukaan laut.

Dari pengukuran sekitar 30 meter, kata dia, ada penurunan ketinggian tanah sekitar dua derajat. “Jadi mobil atau motor yang berhenti terang saja akan mundur karena tanahnya memang miring,” kata dia.

Ia juga sudah melakukan pengukuran dengan gauss meter. Alat ini digunakan untuk mengukur medan magnet. “Hasilnya tetap saja, tidak ada medan magnet di jalan ini,” imbuhnya.

Menurut Aziz, bebatuan di sekitar jalan memang mengandung magnet. Hal itu wajar, karena batuan di daerah itu merupakan jenis andesit lava dari material vulkanik Gunung Slamet. Daerah ini memang tepat berada di lereng Gunung Slamet.

Sukmaji, Dosen Fisika Fakultas Teknik dan Sains Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto membenarkan adanya fenomena ilusi optic di tempat itu. “Fenomena ini persis seperti di Gunung Kelud, tidak ada magnet di sini,’ katanya.

Ia menjelaskan, di sebelah jalan tersebut ada lembah yang ditanami rumput gajah. Di sisi yang lain, jalan berbatasan dengan tebing. Komposisi tersebut membuat mata tertipu karena adanya letak geografis yang kontras antara jalan dengan lembah.

Dalam percobaan sederhana, botol air mineral yang berisi air akan tergelincir. Padahal, kata dia, jika benar ada jabal magnet, botol air mineral tersebut tidak akan bergerak. “Ini hukum gravitasi biasa,” ujarnya. (zhank's)

Penjelasan Tentang Malaikat Maut


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_genl4iNZc_H2Mhb0nJSiy0FOg6d_MV0FmxSbX8DNRAKs9KB74aGi3dl_x9LWbUBLjw6_S0CokQI70p6igxj92jASb7sUZvZDLvcLCOdNrNeR3aI_Ht81a6auB-yhYo5WGpfLnfq16qNa/s1600/mayat.jpg



Sebagian Para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut Nyawa. “Tidakkah Kau memberikan Aba-aba atau peringatan kepada Manusia bahwa kau datang sebagai malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih hati-hati?”

Malaikat itu menjawab. “Demi Allah, aku sudah memberikan aba-aba dan tanda-tandamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila setelah datang aba-aba tadi ia tidak segera bertobat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukan kah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya “ (HR imam qurthubi)

Beginilah cara kerja Malaikat Maut
Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunya dua mata diwajahnya dan dua lagi tengkuknya. “Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal diwaktu yang sama; yang satu berada di ujung timur yang satu berada diujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor bintang melata pun akan mati?”

Malaikat pencabut nyawa berkata:” Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku “(HR abu Nu’aim)

Ternyata Orang Mati Mendengar Tapi Tidak Bisa Menjawab
Rosullullah SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang tewas pada perang badar dilemparkan ke sebuah sumur tua. Kemudian beliau mendatanginya dan berdiri di hadapannya. Setelah itu, beliau memanggil nama mereka satu-satu: “Wahai fulan bin fulan, fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kaliab betul-betul ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”

Umar lalu bertanya kepad a Rosulullah. “Wahai Rasul, mengapa engkau mengajak bicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”

Rosullah menjawab. "Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kalian memang tidak mendengar jawaban mereka atas apa yang tadi aku ucapkan, Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya, hanya saja tidak dapat menjawab” (HR Bukhari Muslim)


http://semutjenius.files.wordpress.com/2009/11/mayat-anak2-korban-israel.jpg


Subhanallah..!!



10 Mar 2011

Ramalan Jaya Baya

 Jayabaya adalah salah seorang raja Kediri (1130-57), penerus
Airlangga yang paling banyak dikenang, walaupun tentang masa
pemerintahannya sendiri tidak banyak diketahui oleh sejarah.
Ketika itulah Empu Sedhah dan Empu Panuluh diperintahnya
menyadur Mahabharata Sanskerta ke dalam kakawin Jawa Kuno
Bhratayuddha. Empu Panuluh juga menggubah kakawin
Gatotkacasraya dan Hariwamsa, sebagai puja-puji
persembahannya pada junjungannya Sang Mapanji Jayabhaya Sri
Dharmeswara Madhusuddhama Wartamindita itu.
Jaman Kediri, khususnya semasa Kameswara (1115-30) dan
Jayabaya (1130-57), memang merupakan jaman mas bagi
perkembangan sastra Jawa Kuno. Karena itulah tradisi Jawa
mengatakan, bahwa Raja Jayabaya telah meramalkan tentang masa
keruntuhan kerajaannya sendiri, dan sekaligus tentang
kebangkitan dan kejayaannya kembali di kelak kemudian hari.
Ramalan tentang jatuh-bangunnya “Negeri Jawa” atau Nusantara.*


Prabu Jayabaya adalah Raja Kerajaan Kediri yang terkenal sakti dan berilmu tinggi, konon beliau adalah titisan Betara Wishnu, sang Pencipta Kesejahteraan di Dunia, yang akan menitis selama tiga kali. Beliau memerintah Kerajaan Kediri pada sekitar tahun 400-an Masehi. Beliau mampu meramalkan berbagai kejadian yang akan datang yang ditulis oleh beliau dalam bentuk tembang-tembang Jawa yang terdiri atas 21 pupuh berirama Asmaradana, 29 pupuh berirama Sinom, dan 8 pupuh berirama Dhandanggulo. Kitab ini dikenal dengan nama Kitab Musarar.

Ramalan Jayabaya dibagi dalam 3 zaman yang masing-masing berlangsung selama 700 tahun, yaitu Zaman Permulaan (Kali-swara), Zaman Pertengahan (Kali-yoga) dan Zaman Akhir (Kali-sangara).

Yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah ramalan Zaman Akhir (Kali-sangara) dari tahun Masehi 1401 sampai dengan tahun 2100, karena kita dapat membuktikannya dengan catatan sejarah Indonesia /Jawa dalam periode tersebut.

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi). Sang Raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), namun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya beliau karena demo para pelajar dan mahasiswa). Sang Raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa beliau sangat anti Imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi: “Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, nanging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik-cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak-surak kaya nggugah pitik ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu”.

Bung Karno bergelar Panglima Tertinggi ABRI, siapa yang menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, dan menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, benderanya merah-putih. Beliau meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi: “sing wani bakal wirang, yen nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine marga lemes.”

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun, dan menurut Jayabaya ada tiga raja yang menguasai tanah Jawa /Indonesia saat itu sebagai lambang kekuasaan dari tiga kekuatan politik: Golkar-Parpol-ABRI. Ketiga kekuatan itu menghilang saat Pak Harto mundur, karena saling berselisih. Setelah itu tidak ada lagi raja yang disegani, dan para Bupat Manca Negara (luar Jawa) berdiri sendiri-sendiri (otonom).

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

“Mula den upadinem sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda.”

Ramalan selanjutnya adalah:

“Inilah jalan bagi yang selalu ingat dan waspada! Agar pada zaman tidak menentu bisa selamat dari bahaya atau “jaya-baya”, maka jangan sampai keliru dalam memilih pemimpin. Carilah sosok Pemimpin yang bersenjatakan Trisula Weda pemberian dewa. Bila menyerang tanpa pasukan, kalau menang tidak menghina yang lain. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. Rajanya menyembah rakyat yang bersenjata Trisula Weda; para pendetapun menghargainya. Itulah asuhannya Sabdopalon - yang selama ini menanggung rasa malu tetapi akhirnya termasyhur- karena segalanya tampak terang benderang. Tidak ada lagi yang mengeluh kekurangan; itulah pertanda bahwa zaman tidak menentu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia pun menaruh hormat.”

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang mebuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari. Bisa saja Ia akan terpilih dalam Pilpres 2009 ini, atau mungkin juga dalam periode Kepemimpinan Indonesia pada periode berikutnya untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.


Demikian Petikan Ramalan Jayabaya tersebut :
(Dari hasil penafsiran kami dan berbagai masukan. Sebelumnya kami minta maaf jika  tulisan ini menyinggung atau menyudutkan kaum tertentu. Mungkin Tulisan ini masih bersifat subyektif, yang masih sepihak)

Mara den titenana,
samangsa tanah Jawa wus mengku ratu,
wus ora bapa pra biyung, titik-ane nganggo kethu bengi,asirah watu geni, pangapesane wanodya ngiwi-iwi jejuluk sarwa ageng edi.
·  Maka ingatlah, ketika tanah Jawa mempunyai Pemimpin
·  Yang tidak berbapak dan beribu (tidak ketahuan asal-asulnya) tandanya pakai pada malam , ber"kepala api" (sangat berkuasa).
·   Kalahnya (kelemahannya) dengan wanita yang melambai-lambai, dikenal kebesarannya dan wibawanya. (=> Apakah kalahnya dengan Megawati kala itu , di mana bisa menggerakkan massa/rakyat ?? ) 

Ratu digdaya ora tedas tapak palu ne pandhe sisane gurindha ning apese mungsuh setan tuyul, setan anu gundul,
·   Penguasa sakti, kebal, akan senjata ( tafsir = sangat berkuasa, tidak mampu digulingkan secara militer, maupun politik)
  => Ingat era Pres.Suharto, yang sangat berkuasa, wibawa, tanpa ada yang bisa mengalahkan kekuasaannya.
·   Tapi pengapesannya /kalahnya dengan setan tuyul, setan gundul
·  => tafsir : Tuyul ,setan gundul = perlambang rakyat kecil, anak kecil /mahasiswa, ingat Pres Suharto lengser ketika didesak oleh mahasiswa yang berdemo.

bocah cilik pating pendelik ngubengi
omah surak-surak kaya nggusah pitik.
Ratu atine dadi cilik, ngumdamana bala sabrang sing dojan asu.
·   Anak kecil memelototi rumah , berteriak-teriak seperti mengusir ayam
·   Ratu langsung berkecil hati (ciut nyalinya), memanggil bala bantuan dari seberang yang suka anjing. (meminta bantuan dari kekuatan asing )
·  => tafsir : Ingat waktu kejatuhan Pres. Suharto, ketika mahasiswa menduduki rumah rakyat "balai sidang" , berteriak-teriak , meminta Suharto lengser segera.

Ana wong tuwa ahli tapa Ageng, muncul ing tengahing gunung Kendheng,ngrasuk sarwa cemeng, ambiyantu Ratu sing dirubung tuyul nggremeng,pandhita ajejuluk Condro siji Jawa.
· Ada orang tua,pertapa agung, muncul dari gunung Kendheng (=> Gunung yang berada antara Jawa Tengah dan Jawa Timur)
· Berpakaian serba hitam, mambantu penguasa yang dirubung tuyul yang bergumam
· Pandita /pertapa yang bergelar : Candra Satu jawa
·=>tafsir :  Ketika pemerintahan sudah kacau balau, muncullah sosok yang akan membantu pemerintah mengatasi masalah,  seorang yang tahu benar akan hukum-hukum agama (seorang sufi/pendita/pertapa), yang berpakaian serba hitam =artinya sudah tidak mempunyai keinginan apa-apa, akan menuntaskan masalah pemerintahan dan membawa Nusantara ke arah kejayaan dan kemakmuran.
·  =>Siapakah beliau ? Waallaualam.. apakah mungkin belum saatnya kita tahu ....
Ramalan Jayabaya yang ditafsirkan sebagian orang bisa memprediksi kejatuhan penguasa Nusantara di abad 20. Apakah benar atau tidak, tergantung dari penilaian anda semua.
Setidaknya semoga tulisan ini bisa menambah wacana kita semua.
N.B :
Perlu diketahui, ada beberapa petikan Ramalan Jayabaya, yang memprediksi tentang kedatangan bangsa Jepang => digambarkan orang kate bermata sipit, dan akan menjajah Indonesia, seumur jagung.  Dulu kita mengira ramalan itu kurang tepat karena umur jagung 3.5 bulanan, yang dicoba ditafsirkan sekitar 3.5 tahun, kurang akurat . Padahal Ramalan itu tidak meleset, baru-baru ini ada penelitian bahwa umur benih jagung bisa tumbuh jika ditanam paling lama adalah 3.5 thn . Nah akurat kan prediksinya

Prabu Jayabaya raja Kediri bertemu pendita dari Rum yang sangat sakti, Maulana Ali Samsuyen. Ia pandai meramal serta tahu akan hal yang belum terjadi. Jayabaya lalu berguru padanya, sang pendeta menerangkan berbagai ramalan yang tersebut dalam kitab Musaror dan menceritakan penanaman orang sebanyak 12.000 keluarga oleh utusan Sultan Galbah di Rum, orang itu lalu ditempatkan di pegunungan Kendeng, lalu bekerja membuka hutan tetapi banyak yang mati karena gangguan makhluk halus, jin dsb, itu pada th rum 437, lalu Sultan Rum memerintahkan lagi di Pulau Jawa dan kepulauan lainnya dgn mengambil orang dari India, Kandi, Siam.

Sejak penanaman orang-orang ini sampai hari kiamat kobro terhitung 210 tahun matahari lamanya atau 2163 tahun bulan, Sang pendeta mengatakan orang di Jawa yang berguru padanya tentang isi ramalan hanyalah Hajar Subroto di G. Padang.

Beberapa hari kemudian Jayabaya menulis ramalan Pulau Jawa sejak ditanami yang keduakalinya hingga kiamat, lamanya 2.100 th matahari. Ramalannya menjadi Tri-takali, yaitu :

I. Jaman permulaan disebut KALI-SWARA, lamanya 700 th matahari (721 th bulan). Pada waku itu di jawa banyak terdengar suara alam, gara-gara geger, halintar, petir, serta banyak kejadian-kejadian yang ajaib dikarenakan banyak manusia menjadi dewa dan dewa turun kebumi menjadi manusia.

II. Jaman pertengahan disebut KALI-YOGA, banyak perobahan pada bumi,bumi belah menyebabkan terjadinya pulau kecil-kecil, banyak makhluk yangsalah jalan, karena orang yang mati banyak menjelma (nitis).

III. Jaman akhir disebut KALI-SANGARA, 700 th. Banyak hujan salah mangsa dan banyak kali dan bengawan bergeser, bumi kurang manfaatnya, menghambat datangnya kebahagian, mengurangi rasa-terima, sebab manusia yang yang mati banyak yang tetap memegang ilmunya.Ramalan Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kediri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa.

Apakah ramalan Jayabaya benar-benar akan menjadi kenyataan?

Ramalan Jayabaya selengkapnya
00. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
01. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
02. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berlayar di ruang angkasa.
03. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan lubuk.
04. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
05. Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.
06. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
07. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
08. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
09. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
10. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman--- Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik
11. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
12. Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
13. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
14. Ora ngendahake hukum Allah--- Tak peduli akan hukum Allah.
15. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
16. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
17. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
18. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
19. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
20. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
21. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
22. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
23. Nantang bapa--- Menantang ayah.
24. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
25. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
26. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
27. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
28. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
29. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
30. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
31. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
32. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru malu.
33. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
34. Wegah nyambut gawe --- Malas menunaikan kerja.
35. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
36. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
37. Wong bener thenger-thenger --- Si benar termangu-mangu.
38. Wong salah bungah --- Si salah gembira ria.
39. Wong apik ditampik-tampik--- Si baik ditolak ditampik.
40. Wong jahat munggah pangkat--- Si jahat naik pangkat.
41. Wong agung kasinggung--- Yang mulia dilecehkan
42. Wong ala kapuja--- Yang jahat dipuji-puji.
43. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
44. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang perwira/kejantanan
45. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
46. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
47. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
48. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
49. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang tukar pasangan.
50. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
51. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
52. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
53. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
54. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
55. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
56. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
57. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
58. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
59. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
60. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
61. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
62. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
64. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
65. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
66. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
67. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
68. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Di mana-mana perempuan lacur
69. Akeh laknat--- Banyak kutukan
70. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
71. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
72. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
73. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
74. Guru disatru---Guru dimusuhi.
75. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
76. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
77. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
78. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
79. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
80. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
81. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
82. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
83. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
84. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
85. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
86. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
87. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
88. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
89. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
90. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
91. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
92. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
93. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
94. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
95. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
96. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
97. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
98. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
99. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
100. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
101. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
102. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
103. Sing kebat kliwat---Siapa tangkas lepas.
104. Sing telah sambat---Siapa terlanjur menggerutu.
105. Sing gedhe kesasar---Si besar tersasar.
106. Sing cilik kepleset---Si kecil terpeleset.
107. Sing anggak ketunggak---Si congkak terbentur.
108. Sing wedi mati---Si takut mati.
109. Sing nekat mbrekat---Si nekat mendapat berkat.
110. Sing jerih ketindhih---Si hati kecil tertindih
111. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
112. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
113. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
114. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
115. Wong tani ditaleni---Si tani diikat.
116. Wong dora ura-ura---Si bohong menyanyi-nyanyi
117. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
118. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
119. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
120. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
121. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
122. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
123. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
124. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
125. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
126. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
127. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
128. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
129. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
130. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
131. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
132. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
133. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
134. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
135. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
136. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
137. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
138. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
139. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
140. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
141. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
142. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe Banyak harta hilang entah ke mana, Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
143. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
144. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
145. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
146. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
147. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
148. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
149. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
150. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
151. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
152. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
153. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.154. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
155. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
156. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
157. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
158. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
159. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
160. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
161. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi
162. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci
163. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
164. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
165. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
166. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
167. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
168. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
169. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
170. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
171. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
172. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
173. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
174. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
175. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
176. Agama ditantang---Agama ditantang.
177. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
178. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
179. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
180. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
181. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan
182. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
183. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
184. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
185. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
186. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
187. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
188. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
189. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
190. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
191. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
192. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
193. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
194. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
195. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
196. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
197. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
198. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
199. Buruh mangluh---Buruh menangis.
200. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
201. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
202. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
203. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
204. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
205. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
206. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
207. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal separo.
208. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
209. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang pelit.
210. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
211. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
212. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
213. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
214. Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya jaman.


Ramalan Tentang Pemimpin Indonesia

Indonesia termasuk negara yang kaya dengan dunia mistis alias gaib, termasuk soal ramal-meramal. Salah satunya tercatat nama Prabu Jayabaya, yang memerintah Kerajaan Kediri sekitar tahun 400-an Masehi. Dari sekian banyak ramalannya, yang sangat tersohor adalah ramalan tentang siapa orang yang akan memimpin Indonesia (baca: Presiden Indonesia).
Pemimpin pertama yakni Soekarno, digambarkan sebagai orang yang :
- memakai kopiah warna hitam (kethu bengi)
- sudah tidak punya ayah (yatim)
- suaranya menggelegar
- berkharisma
- bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi dan Panglima Tertinggi ABRI)
- kebal terhadap berbagai senjata (sering lolos dari percobaan pembunuhan)
- punya kelemahan mudah dirayu wanita cantik
- tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya Soekarno karena di-demo para pelajar dan mahasiswa)
- sering mengumpat orang asing (anti imperialisme)
Pemimpin kedua yakni Soeharto, digambarkan sebagai orang yang :
- didukung oleh “Kartikapaksi” (ini lambang yang digunakan ABRI)
- memakai topi baja hijau atau tutup kwali lumuten (militer)
- kaya raya
- menjadi pemimpin dunia (Soeharto menggagas membentuk ASEAN, dimana konon menurut sejarahnya, ASEAN merupakan kesatuan dari kerajaan Majapahit)
- digantikan oleh “Raja dari negeri seberang” (Soeharto digantikan oleh BJ. Habibie yang berasal dari Nusa Srenggi, Sulawesi)
Setelah era kedua pemimpin tersebut, Jayabaya meramalkan akan muncul pemimpin yang digambarkan sebagai Raja yang :
- bergelar Satriya Piningit
- sudah tidak punya ayah-ibu
- telah lulus Weda Jawa
- bersenjatakan Trisula
karena ramalan-ramalan sebelumnya berupa kiasan, saya pun tidak mengerti siapa yang dimaksud dengan Satriya Piningit.
Ramalan Jayabaya yang tak kalah terkenalnya pula adalah 2 huruf akhir/sebagian kata nama pemimpin Indonesia yang dirangkum dalam sebuah kata NOTONOGORO. Dan hal itu sudah pula terbukti dengan 3 periode masa pemerintahan presiden Indonesia, yaitu: SoekarNO, SoeharTO, Susilo Bambang YudhoyoNO. Bagaimana dengan BJ Habibie, Megawati dan Gus Dur/Abdurahman Wahid?? 3 Presiden itu tidak dihitung karena tidak memerintah selama 1 masa pemerintahan penuh. Konon katanya seorang presiden yang akan menjadikan Indonesia makmur dan sejahtera, dipandang dunia dan dihormati adalah seorang presiden dengan huruf akhir “GO”. Siapakah dia?

19 Feb 2011

Gerbang Neraka

Fenomena aneh terdapat di Gurun Karakum di  Turkmenistan.
Di dekat desa  terpencil, Derweze yang dihuni 350 orang, terdapat sebuah kawah selebar 60 meter dan dalam 20 meter. Kawah ini terus-menerus mengeluarkan api dan terbakar selama 38 tahun.
Oleh penduduk setempat, kawah membara ini disebut sebagai Kawah Gas Darvaza atau juga lebih terkenal sebagai ‘Gerbang Neraka’. Kawah ini bisa terlihat dari jarak beberapa kilometer.Ini bukan fenomena alam, melainkan hasil dari kecelakaan industrial. Pada tahun 1971, sebuah rig pengeboran Uni Soviet tak sengaja mengenai gua bawah tanah yang menyimpan gas alam dalam jumlah yang masif.
Itu menyebabkan tanah runtuh dan seluruh rig pengeboran masuk ke dalamnya. Gas alam beracun bocor dari lubang itu.
Untuk menanggulangi bencana lingkungan yang potensial, Soviet mengatur bentuk lubang. Kawah tidak berhenti terbakar sejak itu.
Fenomena ini telah menarik turis asing yang melakukan perjalanan ke Turkmenistan. Video ‘Gerbang Neraka’ juga jadi hits di YouTube, dan diakses jutaan orang — meski beberapa salah menyebutkan lokasinya, di Uzbekistan.
Pada April 2010, Presiden Turkmenistan, Kurbanguly Berdymukhamedov ‘Gerbang Neraka’.
Ia memerintahkan otoritas setempat untuk mencari cara untuk mengatasinya dan menjamin tidak akan menghambat pengembangan ladang gas di dekatnya.
Berdymukhamedov mengatakan bahwa “anomali ini’  telah menghambat pengembangan industri eksplorasi bawah tanah di Karakum.

14 Feb 2011

Tusuk Jarum Jelangkung

Par 1 Mulai dari melakukan sesuatu Rea adalah bermain Jelangkung di rumah dia pacar, Zacky. Tapi, bermain untuk memanggil jiwa itu, sehingga hasilnya lama, ketika jiwa adalah untuk panggilan tidak akan pulang dan mereka langsung mengganggu. Tidak berdiri mengganggu, kemudian mereka kirim ke Zack saudara, Zul. Zul menyarankan untuk memberikan Withe membantu, Pak Sakimin. sakimin Pak adalah beberapa satu membantu cs Ferdi di Jelangkung 1 dari anak gangguan Nikmati kecil dan Suster ngesot. Hapus gangguan itu, tentu masih terdapat bersama dengan tusuk Jelangkung yang belum untuk menarik oleh Ferdi, dari kubur anak kecil di Angker Batu. Marcell untuk memimpin tim. Marcell adalah Zull teman yang simpati dengan Rea, Zacky, Visi, Dudung, Unay. Mereka pergi ke Angker Batu.
Par 2 Petualangan mengerikan awal. Sampai di Angker Batu, Marcell untuk membagi menjadi dua bagian kemudian, mereka mencari tempat tusuk Jelangkung. Akhirnya, hasil Rea menemukannya. Kemudian, Rea untuk memanggil Zacky dan Zul. Akhirnya Zul untuk berpura-pura dengan merasa takut. Mereka kemudian pulang ke Jakarta. Tapi gangguan langsung maju. Tapi yang lebih serius. Untuk mematuhi Withe yang bisa komunikasi dengan jiwa, mereka harus bertemu dengan beberapa satu di Parang getih, yang disebut Tiroh. Namun, mereka hanya memberikan waktu tiga hari. Dengan berjalan pencarian Tiroh, mereka berikut oleh jiwa. Kecuali jiwa anak kecil dan beberapa Nikmati yang pernah terdapat dalam Jelangkung 1, mereka juga bertemu Nikmati hostes bunting, yang sebagai jalanan biasa terlihat di sisi Pantura Wilayah. Gadis itu rambut panjang hitam meledak, memakai gaun putih panjang dengan perut gemuk pendek, ini adalah Nikmati yang tampil lebih hottible. Seperti dikatakan, informasi yang sebelumnya Nikmati itu memperkosa, membunuh, dan cropse untuk membuang di Pantura.
Par 3 Sampai di Parang getih, mereka bertemu Tirah. Ini adalah anak laki-laki tua yang menjadi gembok tirai rahasia terbuka dan jelangkung misterius. Dari hasil komunikasi dengan jiwa anak kecil, untuk mengikuti Tiroh, Rea dan teman-teman bisa bebas dari gangguan Nikmati's. Tapi mereka harus untuk menusuk dalam kubur dengan waktu singkat. Ketika mereka melampaui batas waktu, mereka akan mengikuti itu selama 36 tahun. Akhirnya, mereka bisa melakukan itu dan mereka aman tapi Zul pergi.

Hantu Hutang Kalimantan

BELAU
 
Kalimantan Timur yang luas wilayahnya satu setengah kali Pulau Jawa, adalah sebuah kawasan yang berpenduduk sangat sedikit dari daerah pulau pulau lain di Indonesia. Tentu daratan ini memiliki hutan yang sangat luas. Dalam sebuah desa atau dusun ada yang hanya berpenduduk paling banyak dua puluh jiwa.

Walau hutan hutan di Kalimantan Timur telah porak poranda akibat illegal logging dan ’banjir kap’ sejak tahun 70-an yang dilakukan berbagai perusahaan kayu, tetap saja hutan hutan ini tak pernah habis. Kerusakan ekosistim akibat pembabatan memang ada, namun tak banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat pedalaman yang tinggal diberbagai pelosok desa atau dusun.

Pada waktu tahun-tahun 70-an ke bawah, hutan di Kaltim sangat kaya dengan hasil hutan ikutan seperti damar dan rotan. Belum lagi hasil yang terkandung di dalam buminya. Dan setiap hutan sudah tentu ada penunggu atau penghuni yang tak terlihat, dengan sebutan lain kalau bukan orang Gaib atau Bunian, pastilah disebut “Hantu Hutan”. Begitulah kepercayaan masyarakat yang berdiam di daerah pedalaman  yang hingga sampai saat sekarang  masih sering menjadi buah bibir.

Kalau yang disebut orang bunian atau orang gaib hanyalah satu. Tetapi kalau yang disebut hantu, sangatlah banyak dan beragam. Ada Hantu Orang, yang kalau berjalan  dengan rambut terurai ke depan menutupi wajahnya. Ada Hantu Kuyang, yang kerjanya mengincar orang beranak atau mati muda.

Hantu yang satu ini senang mengisap darah orang yang hendak melahirkan atau memakan mayat wanita muda yang meninggal karena melahirkan. Ada Hantu Penanggalanan. Hantu yang satu ini berbentuk kepala tanpa badan dan terbang ke sana ke mari dengan incaran yang sama seperti Hantu Kuyang. Bedanya dia dapat bepergian jauh dengan kepalanya yang bisa terbang.

Ada lagi yang disebut Hantu Bangsi. Hantu ini keberadaannya di dalam hutan dan berbentuk wanita menggendong anak memburu siapapun yang bisa jadi mangsanya. Anak yang digendongnya masih dengan tali pusar yang terjulur dari kemaluan hingga ke pusar si anak yang digendong. Hantu ini memberi tanda pada mangsanya yaitu dengan setumpuk bercak bercak darah di atas tanah sebanyak tujuh tumpuk.

Jadi siapapun yang menemukan bercak darah tersebut jika tak cepat kembali, atau terus berjalan hingga ketumpukan yang ke tujuh, maka jadilah dia korban si hantu. Anak bayi yang digendong dilemparkannya ke arah korban. Anak tersebut langsung melengket dan mengisap darah korban dengan darah yang disalurkan melalui tali pusar kepada ibunya. Korban akan mati kehabisan darah dengan sangat mengerikan karena selain kehabisan darah korban bagai mengering keriput seperti mayat yang dikeringkan. 

Ada  lagi yang disebut Hantu Kesot. Hantu ini tidak berjalan dengan kakinya tetapi dia berjalan dengan pantat yang dikesotkan di atas tanah. Hantu ini kebanyakan menunggu mangsa yang lewat ditempat dia tinggal. Sasarannya bukan hanya manusia tetapi juga binatang seperti rusa dan babi.
Dia baru pindah dari tempatnya ke tempat yang baru jika sudah dapat mangsa. Tetapi jika belum selama itu pula dia berada di sana. Bentuknya seperti Orang Hutan, tetapi dia bisa tak terlihat dan mampu mempengaruhi mangsa agar mendekat kepadanya.
Ini kata cerita, namun ada pula yang mengatakan Hantu Kesot ini adalah Orang Utan yang sudah tua dan tak lagi mampu berjalan sehingga dia hanya menanti mangsa yang melaluinya. Namun jika benar mahluk tersebut adalah orang utan yang telah ketuaan, tentu jika dia mati ada yang pernah menemukan bangkainya. Benar tidaknya hingga sampai sekarang tak ada yang pasti mengetahuinya.   

Masih lagi cerita tentang hantu. Kali ini ada yang disebut Hantu Lungun. (Lungun adalah semacam peti mati suku Dayak pedalaman yang masih menganut agama kepercayaan). Ceritanya jika ada orang yang meninggal, mayatnya dimasukkan ke dalam Lungun tersebut yang kemudian ditaruh bersandar pada sebatang pohon besar, tidak dikebumikan seperti orang yang sudah memeluk agama Islam atau Kristen.

Lungun tersebut tidak selamanya berada di tempat itu. Pada waktunya Lungun tersebut dibawa dan dikuburkan pada suatu lubang di tebing pinggir gunung. Kalau orang lagi bernasib sial, dia bisa berjumpa dengan hantu Lungun ini. Tetapi bukan berarti yang jadi hantu adalah orang mati yang dibuat ke dalam Lungun tersebut.

Hantu yang disebut hantu Lungun ini akan mengejar mangsanya dengan jalan seperti bertumbang lesung. Korban yang dikejar akan ditimpa peti Lungun tersebut hingga tewas. Tentu saja tewas, karena yang menimpa adalah Lungun yang terbuat dari sebatang  kayu yang cukup berat.

Ada lagi cerita lain tentang hantu hutan di Kalimantan Timur. Hantu yang satu ini bukanlah hantu pemangsa manusia. Tetapi hantu yang satu ini adalah hantu nakal yang kerjanya mengganggu dan menyesatkan manusia jika berada di dalam hutan. Menurut cerita orang yang pernah bertemu, hantu tersebut amatlah kecil bagai anak anak yang baru berumur lima tahun, namun wajah mereka tua-tua dan kebanyakan berambut merah.

Namun ada pula yang mengatakan kalau Hantu yang disebut “Belau“ ini bukanlah hantu. Tetapi bisa disebut  manusia kerdil yang sangat liar. Kerjanya bermain di pinggiran sungai sambil mencari ikan sebagai makanan pokoknya. Dalam bahasa pedalaman “Belau“ itu adalah arti dari sebutan kata liar.

Kesukaan hantu Belau ini menyesatkan orang yang berjalan di dalam hutan. Apalagi kalau si orang tersebut memang sesat. Orang tersebut tambah disesatkan ke arah berlawanan dari asal datangnya. Sering Belau ini meniru suara seseorang dengan menyahuti jika orang yang tersesat memanggil-manggil nama temannya yang terpisah.

Makin sering memanggil dan berteriak. Belau pun makin sering menyahut dan meminta agar menyusuri arah suara sehingga orang yang tersesat tambah sesat dan berhari-hari berputar di situ situ saja.

Menurut cerita, kalau di pinggiran sungai yang berpasir banyak terdapat jejak kaki seperti anak-anak, maka dapat dipastikan jejak tersebut adalah jejak kaki Hantu Belau tersebut. Apalagi jeriji telapak kakinya hanya ada empat jari saja.

Nah hal ini hanyalah merupakan petunjuk kalau sekali waktu memasuki hutan. Jika tersesat jangan berteriak supaya tidak disesatkan oleh Hantu nakal yang bernama Belau ini. Namun kalau ingin mencoba, silakan masukilah hutan di pedalaman, siapa tahu dapat pengalaman dan bertemu dengan manusia atau  hantu yang disebut “ Belau “. *habis

Legenda Danau Toba

Di sebuah desa di wilayah Sumatra, tinggal seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia dapat mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah.
Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendiri. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai.
“Mudah-mudahan, hari ini, aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita.
“Bermimpikah aku?” gumam Petani.
“Jangan takut, Pak. Aku juga manusia sepertimu. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu.
“Namaku Putri. Aku bersedia menjadi pendamping hidupmu,” desak gadis itu. Petani itu pun mengangguk.
Oleh karena itu, jadilah mereka pasangan suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati. Mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Putri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar, akan terjadi petaka dahsyat.
Setelah sampai di desa petani,
gemparlah penduduk desa melihat gadis cantik jelita bersama petani tersebut. “Dia mungkin bidadari yang turun dari langit,” gumam mereka.
Petani merasa sangat bahagia dan tenteram. Sebagai suami yang baik, ia terus bekerja untuk mencari nafkah dengan mengolah sawah dan ladangnya dengan tekun dan ulet. Karena ketekunan dan keuletannya, Petani itu hidup tanpa kekurangan dalam hidupnya. Banyak orang merasa iri dengan menyebarkan sangkaan buruk yang dapat menjatuhkan keberhasilan usaha petani. “Aku tahu Petani itu pasti memelihara makhluk halus! “ kata seseorang kepada temannya.
Hal itu sampai ke telinga Petani dan Putri.
Namun, mereka tidak merasa tersinggung, bahkan makin rajin bekerja.
Setahun kemudian, kebahagiaan petani dan istri bertambah karena istri petani melahirkan seorang bayi lakilaki.
Ia diberi nama Putra. Kebahagiaan mereka tidak membuatnya lupa diri.
Putra tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Ia menjadi anak manis, tetapi agak nakal. Ia mempunyai satu kebiasaan yang membuat heran kedua orang tuanya, yaitu selalu merasa lapar.
Makanan yang seharusnya dimakan bertiga dapat dimakannya sendiri.
Lama-kelamaan, Putra selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka.
“Ya, aku akan bersabar. Dia tetap anak kita!” kata petani kepada istrinya.
“Syukurlah, Kanda berpikiran seperti itu. Kanda memang seorang suami dan ayah yang baik,” puji Putri kepada suaminya.
Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani.
Pada suatu hari, Putra mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah. Akan tetapi, Putra tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Dilihatnya Putra sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tahu diuntung! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!” umpat Petani. Tanpa sadar, ia telah mengucapkan kata pantangan itu.
Setelah Petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya lenyap; tanpa bekas dan jejak.
Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan makin deras. Air merendam desa Petani dan desa sekitarnya. Air meluas hingga membentuk sebuah danau.
Danau itu, akhirnya, dikenal dengan nama Danau Toba, sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Kuyang

Percaya atau tidak, ini pengalaman seorang calon ibu diuber-uber kuyang, yang dipercaya masyarakat Tanjung Redep, Kalimantan Timur, sebagai makhluk siluman pemangsa janin dalam kandungan.

Setelah menikah di Jakarta bulan Juni 1994, saya mengikuti suami, kebetulan anggota Polri yang bertugas di Kota Tanjung Redep, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kami berada di kota itu sekitar tiga tahun, dari Juni 1994-Juni 1996.

Kalau di Bali orang mengenal leak sebagai "hantu siluman" yang dapat membuat orang sakit atau meninggal, maka di daerah Berau, pedalaman Kalimantan Timur, konon ada dukun yang dapat mengubah wujud menjadi binatang, entah kucing atau burung. Fenomena ini disebut kuyang. Leak dan kuyang memang berbeda. Wujud asli leak konon bisa seorang laki-laki atau perempuan, sedangkan kuyang berwujud asli perempuan saja.

Juga leak Bali sudah canggih-canggih; mereka dapat bersalin rupa menjadi "siluman" motor, mobil, bahkan pesawat. Tapi kuyang hanya dapat berwujud "siluman" burung atau kucing. Sasaran korban leak mulai dari anak kecil sampai orang jompo, sementara kuyang terbatas pada ibu hamil dan bayinya.

Jangan Mau Diusap Perutnya

Maka ketika saya hamil pada awal September 1994, tetangga saya, Bu Sukamto yang asli penduduk Berau, menasihati agar berhati-hati bila bertemu dengan kuyang. Biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari untuk mencari mangsa sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan.

Ciri-ciri kuyang yang beroperasi di Asrama Polres kami, katanya, seorang wanita berusia sekitar 50-an dan biasanya memakai selendang. Selendang itu untuk menutupi tanda seperti bekas operasi di lehernya. Konon, pada malam hari kepalanya akan memisah dari tubuhnya. Kepala itu akan berubah wujud menjadi burung malam atau kucing.

Dalam memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Ada beberapa teman yang usia kandungannya baru empat atau lima bulan, kandungannya hilang dimangsa kuyang. Ceritanya, mereka ibu muda seperti saya, dan sebagai pendatang baru di Berau tidak mengetahui cerita tentang sang pemangsa itu. Pada siang hari, ketika bertemu dengan wanita berselendang itu, perut teman saya diusap-usapnya. Dengan ramah ia bertanya, sudah berapa usia kandungannya. Tanpa curiga, teman saya menjawab, kandungannya baru berusia empat bulan.

Keesokan harinya, ketika bangun tidur, teman saya kaget waktu mengetahui perutnya kembali ke bentuk semula. Ketika memeriksakan diri ke dokter, bayinya sudah benar-benar lenyap tanpa bekas! Hal serupa dialami oleh teman saya yang usia kandungannya lima bulan.

Menurut Bu Sukamto, apabila bertemu wanita itu, dan dia mengusap perut wanita hamil, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si kuyang kembali. Itulah cara melawan kuyang.

Untunglah, selama kehamilan, saya tidak pernah bertemu langsung dengannya, karena ketika ia berkunjung, suami saya selalu berada di rumah. Namun, Bu Sukamto mengingatkan agar saya tetap waspada, sebab kuyang terkenal pantang menyerah sebelum mendapatkan mangsa incarannya. Jalan terakhir yang akan ditempuh adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing.

Konon, untuk membedakan kucing biasa dengan kucing jadi-jadian adalah saat ia mendarat di atap rumah. Suara mendaratnya seperti bunyi mobil jatuh, sangat keras dan jelas terdengar. Tentu saja itu akan terdengar kalau kami masih terjaga, dan tidak terkena ajian sirep yang menyebabkan kita tertidur.

Dua hari menjelang melahirkan, tepatnya pada 7 Mei 1995, saya tengah berbincang di ruang makan dengan ibu saya yang baru datang. Hari itu suami saya sudah terlelap tidur, padahal baru pukul 19.30. Hal itu belum pernah dilakukannya. Aneh. Tampaknya, dia terkena sirep. Menjelang pukul 21.00, saat saya pindah duduk, saya mendengar bunyi benda berat jatuh tepat di atap ruang duduk.

Saya tahu kalau itu siluman kuyang. Tapi, saya tidak tahu apa wujudnya, burung atau kucing. Sepuluh detik kemudian yang muncul di kursi yang saya duduki sebelumnya adalah seekor kucing. Dengan matanya yang lapar, ia memandang saya. "Kucing! Kucing!" saya berteriak sekeras-kerasnya sambil cepat-cepat lari keluar.

Suami saya bangun mendengar teriakan saya dan berdiri dengan sempoyongan. Tepat di pintu kamar, ia bertabrakan dengan kucing yang sedang bingung. Suami saya jatuh terjengkang ditabrak kucing siluman.

Para tetangga berdatangan, lalu berteriak dari luar. Ada yang bilang supaya kucing itu diusir saja, ada pula yang mengatakan agar dibunuh saja. Akhirnya, suami saya hanya mengusirnya ke luar lewat pintu depan. Segera kucing itu lenyap tanpa bekas! Selanjutnya, suami dan ibu saya terus berjaga sampai pagi.

Seisi Rumah Tertidur

Esok harinya, kami memutuskan untuk langsung menginap di rumah sakit supaya aman dari incaran kuyang. Dugaan kami meleset. Menjelang pukul 02.00 ketika sedang jalan-jalan di koridor rumah sakit, saya dan suami melihat wanita tua yang dikenalnya datang dari jauh. Saya disuruh cepat-cepat masuk kamar. Jantung saya berdebar cepat. Tidak pernah saya merasa setakut itu.

Setelah suami saya kembali ke kamar, ia bercerita, si ibu tua itu ngotot mau masuk ke bangsal bersalin. Ketika ditanya keperluannya, dia mengaku sebagai petugas memasak di dapur rumah sakit. Suami saya mengatakan, ia salah arah. Letak dapur bukan di situ tetapi jauh di depan. Dengan setengah memaksa, suami saya menyuruhnya pergi.

Akhirnya, tepat pada 9 Mei 1995 pukul 10.21, saya melahirkan putra pertama dengan selamat. Kami lega. Berakhir sudah "pertarungan" kami mempertahankan bayi dari incaran kuyang.

Akhir tahun 1995, saya hamil kembali. Saya ditinggal oleh suami yang bertugas mengamankan pembangunan pabrik kertas raksasa PT Kiani Kertas di Desa Mangkajang, enam jam perjalanan dengan mobil dari Tanjung Redeb. Saat itu, saya tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan siluman kuyang pada siang hari. Untungnya, dia tidak memegang perut saya. Saya pun cepat-cepat menghindar jangan sampai mengobrol dengannya.

Menurut penduduk setempat, orang yang bertatapan mata dengan kuyang akan mendapat kesulitan saat melahirkan. Seorang guru teman saya yang putra asli Dayak, sempat bertemu dan bertatap mata dengan kuyang pada siang hari. Aneh, saat melahirkan ia beserta seisi rumahnya tertidur pulas. Dia hanya bermimpi melahirkan. Tapi ketika ia bangun keesokan harinya, bayi dalam perutnya hilang tanpa bekas! Seisi rumah pun geger!

Saat itu saya hanya berdoa dalam hati supaya kelak dapat melahirkan di luar P. Kalimantan. Saya juga percaya, Tuhan tetap lebih berkuasa dari makhluk apa pun di dunia ini. Rupanya, keberuntungan masih berpihak kepada saya. Bulan April 1996, permintaan pindah suami saya diterima. Akhir Juni 1996 kami langsung pindah ke Bali. Sepuluh hari di Bali, saya melahirkan dengan melalui operasi caesar pada 11 Juli 1996.

Saya bersyukur dikarunia sepasang anak, putra dan putri. Namun, yang lebih penting, mereka selamat dari incaran kuyang. Tuhan Mahakuasa dan Mahapengasih.


Sebuah misteri kuno tentang minyak kuyang dan ilmu hitam di Kalimantan. Minyak Kuyang atau minyak kawiyang adalah salah satu bentuk pesugihan ilmu hitam di Kalimantan yang mempunyai sejarah panjang mengiringi peradaban suku-suku di tanah Kalimantan. Minyak ini masih banyak diburu orang untuk berbagai keperluan. Karena termasuk ilmu hitam, minyak ini hanya beredar dikalangan terentu saja.
Di tanah Borneo, minyak Kuyang atau kawiyang sangat terkenal, sampai-sampai banyak orang yang mencari benda langka ini. Selain sebagai pesugihan, minyak kuyang ini juga ditengarai dapat membuat pemiliknya awet muda dan beberapa khasiat keguanaan lainnya. Minyak Kawiyang memiliki nama berbeda disetiap wilayah Kalimantan, ada yang menyebutnya minyak kuyang, ada juga yang menamainya sebagai minyak Sumbulik
Hingga saat ini, asal minyak kuyang tidak diketahui asalnya, karena tiap wilayah di Kalimantan memiliki “produksi” sendiri. Yang terkenal adalah “produksi” dari pegunungan Kinabalu (pedalaman Kalimantan Utara, Malaysia Timur), walaupun terdapat juga di banyak wilayah Kalimantan Timur.
Ada cerita yang melatarbelakangi asal muasal minyak kuyang ini, ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya, dengan nama Camariah, Dandaniah, Tambuniah dan Uraniah. Kecantikan paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik, namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumahtangga dengan mereka. Karena setiap kali dinikahi, tak berapa lama pasti akan bercerai.
Ketika hendak meninggal dunia, datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suami mereka. Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan meninggalkannya.
Ketika suasana sedih tersebut, ada suara gaib yang membisikkan bahwa wanita yang akan meninggal tersebut memiliki “cupu” alias guci kecil yang berisi minyak untuk dibagi-bagikan kepada 99 orang lelaki tersebut untuk “dipelihara” dan sebagai kenang-kenangan
Suara gaib tersebut membisikkan juga bahwa minyak dalam guci tersebut memiliki khasiat. Setelah itu, 99 lelaki tersebut membawa minyak dalam guci kecil tersebut ke kampung mereka masing-masing dan akhirnya tersebar kemana-mana hingga kini. Minyak dalam cupu tersebut kemudian oleh penduduk dinamakan Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kunyang. Minyak Kuyang tersebut memiliki lima macam warna dan berbeda juga khasiatnya. Minyak Kuyang pertama berwarna Hitam, khasiatnya untuk ilmu kebal, tahan terhadap tebasan benda tajam atau tertembak peluru musuh. Khasiat atau apuah lainnya, adalah pemiliknya dapat menghilang dengan cepat dan tanpa jejak.
Minyak Kuyang kedua berwarna merah, khasiat yang dimilikinya adalah untuk ilmu meringankan tubuh, dapat berlari cepat secepat kilat, dan dapat memanggil dan memerintahkan para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si empunya minyak kuyang merah ini. Minyak Kuyang ketiga berwarna Hijau, dengan khasiat dapat membuat dan mengirimkan ilmu santet, teluh, atau parangmaya kepada orang lain yang dikehendaki.
Minyak berwarna hijau ini juga dapat dipakai sebagai minyak untuk awet muda. Caranya, minyak tersebut dipoleskan di leher, kemudian leher yang telah dioles minyak kuyang ini akan terlepas dari raga pemiliknya dan terbang mencari korban untuk dihisap darahnya. Biasanya korban yang dicari adalah wanita yang akan melahirkan. Karena darah yang keluar dari proses persalinan akan mengeluarkan darah yang banyak. Kebanyakan yang belajar ilmu sesat ini adalah para wanita, yang pada siang hari, selalu melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka agar bekas olehan minyak kuyang ini tidak terlihat oleh orang lain.
Dan tanda-tanda wanita dengan melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka ini masih banyak ditemukan di desa-desa di Kaltim. Orang yang memiliki ilmu Kuyang ini sangat takut dengan bau bawang merah atau bawang putih. Jika ada orang yang dicurigai memiliki ilmu kuyang ini, kupas saja bawang sebanyak-banyaknya, kemudian kulitnya dibakar. Dijamin sang pemilik ilmu hitam ini akan memohon untuk tidak mengupas dan membakar kulit bawang lagi karena air mata mereka akan bertetesan.
Jika ingin mengirimkan santet atau teluh dari jarak jauh, minyak kuyang hijau ini cukup dioleskan pada jarum, paku atau pecahan kaca, lalu diperintahkan untuk menyerang orang yang diinginkan. Jarum, paku atau pecahan kaca tersebut akan secara gaib masuk ke dalam urat nadi dan pembuluh darah orang yang akan diserang. Minyak Kuyang selanjutnya berwarna Kuning, khsiatnya untuk menundukkan hati para perempuan supaya dapat jatuh cinta dan mengikuti keinginan si pemilik minyak kuyang ini.
Caranya cukup dengan mengoleskan ke ujung jari, kemudian digosok-gosokkan ke telapak tangan, untuk selanjutnya dikenakan kepada wanita yang dimaksud. Minyak Kuyang kelima berwarna Putih, khasiatnya sebagai pelarisan alias sebagai saranan untuk mendatangkan uang secara gaib.
Caranya, uang yang hendak dibelanjakan terlebih dahulu dioleskan minyak tersebut. Ketika sudah dibelanjakan, secara gaib uang tersebut akan kembali lagi kepada pemiliknya. Agar mendapatkan uang yang banyak, biasanya uang yang telah dioleskan uang tersebut dibelanjakan untuk membeli emas. Uangnya kembali dan emasnya dapat dijual kembali.
Semua jenis minyak Kuyang tersebut dijaga oleh jin masing-masing. Konon, minyak kuyang berwarna hitam dijaga oleh jelmaan jin wanita janda. Sementara, minyak-minyak lainnya dijaga oleh jin jelmaan saudara wanita janda yang masing-masing bernama Camariah, Dandaniah, Tambuniah, dan Uraniah tersebut.
Selain itu, setiap waktu tertentu, biasanya setiap tahun, minyak kuyang tersebut harus diberi “makan” berupa sesaji sesuai fungsinya masing-masing.
Minyak kuyang berwarna hitam tiap tahun harus makan darah ayam hitam atau cemeni dan nasi ketan.
Minyak Kuyang berwarna merah dan hijau selalu menginginkan darah yang berasal dari jari manis manusia dan air tebu merah.

Kalau minyak kuyang berwarna putih dan yang berwarna kuning setiap waktunya akan meminta serbuk emas.
Meletakkan minyak kuyang ini pun tidak sembarangan, karena harus diletakkan dalam ruangan yang tidak terdapat cermin atau kaca dan harus ada lubang besar terbuka.

Minyak kuyang biasanya diempatkan dalam sebuah guci kecil yang dikenal dengan nama cupu. Cupu inipun bukan sembarang cupu, karena harus cupu yang “retak seribu” alias cupu yang telah berusia puluhan tahun.
IP
English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified